Rangkuman | Materi Pembelajaran Sekolah | Tutorial | dan lainnya

Latest Posts

Monday, 18 January 2016

Referensi Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 2 Kurikulum 2013 Halaman 11 No. 8 tentang Kalimat Utama Teks Opini/Editorial “Menjual Sembari Menjaga Nirwana”



a.      Kalimat utama paragraf kedua adalah “Padahal, dengan pariwisata, daerah bisa mendapatkan penghasilan sekaligus memelihara alam selingkungannya.”

b.      Kalimat utama paragraph ketiga adalah “Di Kepulauan Tigoen, Sulawesi Tengah, ironi itu terpampang nyata.”


c.       Kalimat utama paragraph keempat adalah “Di dunia ini hanya ada tiga tempat yang memiliki barrel- ombak berbentuk terowongan- yang dapat ditemui sepanjang waktu : Hawaii, Haiti, dan Mentawai.

d.      Kalimat utama paragraph kelima adalah “Dengan ribuan “surge yang tersembunyi” itu, pemerintah seharusnya bisa menaikkan jumlah wisatawan asing yang datang ke negeri ini.


e.      Kalimat utama paragraph keenam adalah “Problem utama daru tudaj berkembangnya pariwisata di Indonesia adalah ceteknya kesadaran akan potensi yang kita miliki.”

f.        Kalimat utama paragraph ketujuh adalah “Kesadarab menjaga alam dan mengembangkan potensi wisata justru datang dari operator wisata.”


g.      Kalimat utama paragraph kedelapan adalah “Selain membangun infrastruktur- seperti akses ke tempat itu- dan saranan semisal transportasi dan penginapan, pemerintah harus lebih serius memikirkan program-program untuk membungkus potensi ini agar lebih menarik.

h.      Kalimat utama paragraph kesembilan adalah “Selama ini pemerintah hanya menjual Bali dan Bali, atau- kalau mau dikatakan agak berpandangan luas sedikit- bergesernya pun paling-paling hanya ke Yogyakarta dan Danau Toba.”


i.        Kalimat utama paragraph kesepuluh adalah “Indonesia memang surga sekaligus kisah nyata.”

 

Referensi Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 2 Kurikulum 2013 Halaman 23 tentang Teks Opini/Editorial “Menjual Sembari Menjaga Nirwana”

a.      Pandangan penulis dalam pernyataan pendapat:
Indonesia memang surga, tapi sayangnya tidak digarap oleh pemerintah.

b.      Argumentasi 1:
Keindahan alam terancam karena eksploitasi padahal alam mampu memberikan penghasilan bagi masyarakat.

c.       Argumentasi 2:
Di Kepulauan Togean misalnya, Pandai ini memiliki keindahan dan potensi yang indah. Namun, disana juga berlangsung perusakan alam yang kerap didukung para politikus hingga keinginan pemerintah pusat menjadikannya sebagai taman nasional ditentang justru oleh pemerintah daerah.

d.      Argumentasi 3:
Di Mentawai, Sumatara Barat merupakan kepulauan yang termasuk salah satu pulau berombak terbaik di dunia. Namun, pemerintah daerah tidak berdaya disana. Resor tumbuh menjamur, tetapi kontribusi mereka kepada ekonomi daerah amat minimal.

e.      Argumentasi 4:
Dengan ribuan “Surga yang tersembunyi” itu, pemerintah seharusnya bisa menaikkan jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Karena dibandingkan dengan Prancis Malaysia, Indonesia masih tertinggal jauh.

f.        Argumentasi 5:
Problem utama dari tidak berkembangnya pariwisata di Indonesia adalah ceteknya kesadaran akan potensi yang kita miliki. Pemerintah pusat ataupun daerah masih lebih senang mendapatkan uang dengan cara mengeksploitasi sumber daya alam.

g.      Argumentasi 7:
Pemerintah harus lebih serius memikirkan program-program untuk membungkus potensi agar lebih menarik, hal ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia.

h.      Argumentasi 8:
Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan daerah-daerah wisata yang lain agar lebih dikenal masyarakat luas/masyarakat asing.

i.        Argumentasi 6:
Kesadaran menjaga alam dan mengembangkan potensi wisata justru datang dari operator wisata. Mereka berupaya menyadarkan masyarakt tentang arti penting keindahan alam di halam rumah mereka.

j.        Pernyataan Ulang
Semua aparat pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan alam Indonesia atau alam nirwana.

Sunday, 17 January 2016

Referensi Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 "Tentang Baik dan Benar" Kelas 12 Semester 2



        Assalamu'alaikum,
       Kyaaa~ :3 / baru bisa ngepost lagi :3 udah mau UN ya, tapi tugas silih berganti dateng! Ya GPP! Semangat aja yaaa kelas 12, semoga kita bisa lulus dengan nilai memuaskan!!! :) /

       1.       Menurut kalian bagaimanakah berbahasa yang baik dan benar itu?
Jawab :
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat di artikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya di samping itu mengikuti kaidah kebahasaan yang benar. Dari sudut sederhana, bahasa yang baik dan benar dapat dimaknai sebagai berikut. Bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan situasi pemakaiannya, sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah (aturan) bahasa.
Dalam berbahasa kita dihadapkan oleh dua situasi/kondisi, yaitu kondisi formal dan informal (tidak formal). Pada situasi formal misalnya dalam pidato kenegaraan presiden atau seminar-seminar formal lainnya, pengguanaan bahasa yang benar menjadi pioritas utama. Pada kondisi seperti inilah kita terapkan salah satu warna bahasa Indonesia, yaitu bahasa baku. Bahasa baku merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang secara kebijakan ditetapkan sebagai acuan penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi. Namun sebagian besar masyarakat kita salah kaprah, banyak yang beranggapan bahwa penggunaan bahasa yang baik dan benar itu adalah menggunakan bahasa baku. Padahal tidak demikian. Bagaimana mungkin kita menggunakan bahasa baku terus menerus di segala situasi dan kondisi? Sedangkan kebanyakan kegiatan kita berada pada situasi tidak formal.
Berikut contoh nyata kesulitan penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam persepsi sebagian besar masyarakat. Apabila kita pergi ke pasar dan mengatakan “berapa harga satu kilo ikan koi ini ?” apakah harus menjawab “harga satu kilo ikan koi ini adalah dua puluh ribu”. Memang menurut struktur dan kaidah ketatabahasaan kalimat tersebut benar, tetapi baikkah dalam situasi dan penggunannya ? Tentunya tidak.
Contoh lainnya yaitu “Bagi yang membawa handpone harus dimatikan’’ hal ini jelas menimbulkan ambigu yaitu antara orang yang membawa handpone harus dimatikan atau handponnya yang harus dimatikan.
 Jadi, berbahasa yang baik dan benar adalah cara berbahasa atau berkomunikasi dengan memperhatikan situasi dan kondisi sedang berlangsung serta dengan menerapkan kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku, sesuai dengan kebutuhan situasi.

     2.       Teks opini berisi gagasan pribadi atau usulan mengenai sesuatu. Menurut kalian, pada teks “Tentang Baik dan Benar”, gagasan apa yang hendak diungkapkan penulis?
Jawab :
Dalam teks opini “Tentang Baik dan Benar” yang dikemukakan tersebut, kita dapat mengetahui gagasan pribadi dari penulis, yaitu suatu gagasan yang menyatakan bahwa berbahasa yang baik dan benar itu tidak seperti apa yang dipikirkan oleh masyarakat banyak selama ini. Penulis mengungkapkannya dengan berbagai argumentasinya untuk memperkuat gagasan yang ia kemukakan. Gagasan yang ia paparkan tersebut diharapkan dapat meluruskan persepsi masyarakat tentang berbahasa yang baik dan benar, sehingga pembaca mampu mengimplementasikan penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam kegiatan sehari-hari.

Nomor 3 nya nyusul yaa..

Sunday, 20 December 2015

BC Production (Komunitas Film SMKN 1 Tanjungpandan)

Hai, Assalamu'alaikum.
Kali ini aku upload beberapa foto kegiatan kami di Komunitas Film SMKN 1 Tanjungpandan. Komunitas ini adalah komunitas yang sangat menyenangkan, kreatif, dan inspiratif. Kami adalah siswa siswi jurusan bisnis managemen dan teknologi. Gak ada yang jurusan multimedia atau jurnalistik. Jadi di komunitas ini kami memang benar-benar belajar dari nol segala hal tentang perfilman. Belajar langsung di lapangan. Hehehe...










Tuesday, 15 December 2015